Prosedur Mengurus Sertifikat Tanah Girik Menjadi SHM Terbaru

Prosedur mengurus Sertifikat Tanah Girik Menjadi SHM


Cara dan Prosedur mengurus Sertifikat Tanah Girik Menjadi SHM


Bagi sobat yang mempunyai Tanah atau Bangunan dengan status masih belum sertifikat SHGB atau SHM maka sesuai dengan  UU No. 5 Tahun 1960 atau Undang-undang Pokok Agraria (UUPA), sangat disarankan untuk mengurus sertifikat tersebut demi keamanan dan kenyamanan kita kedepan. Silahkan baca lebih detail untuk Cara dan Prosedur mengurus Sertifikat Tanah Girik Menjadi SHM.

Didalam  UU No. 5 Tahun 1960 atau Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) tersebut mencakup Hak Milik, Hak Guna Bangunan, Hak Pakai, Hak Guna Usaha, dan lain-lain. Jenis tanah lainnya yang belum bersertifikat, antara lain ketitir, petok D, rincik, ketitir, Verponding Indonesia, Eigendom Verponding, erfpacht, opstaal, vruchtgebruik.

Untuk mengurus sertifikat tersebut kita perlu mgngurus di Kantor Keluarahan atau Kantor Kepala Desa sama Di kantor Pertanahan ( BPN)

pengurusan-girik-ke-shm


(Prosedur Mengurus Sertifikat Tanah Girik Menjadi SHM Terbaru)


Dikantor Kelurahan atau Kantor Kepala Desa

Untuk Dikelurahan dokumen yang perlu kita Urus :


Surat Keterangan Tidak Sengketa
Surat ini sebagai bukti bahwa kita mempunyai bukti yang sah atas Tanah dan bangunan tersebut dan tidak bersengketa dengan pihak lain. Sebagai buktinya, dalam surat keterangan tidak sengketa perlu mencantumkan tanda tangan saksi-saksi yang dapat dipercaya. Biasanya dari rt/rw setempat atau tokoh masyarakat yang di percaya
Surat Keterangan Riwayat Tanah
Surat Riwayat Tanah untuk berfungsi untuk menerangkan secara tertulis riwayat penguasaan tanah awal mula pencatatan di kelurahan sampai dengan penguasaan sekarang ini.
Contoh kalimat yang ada dalam Surat Keterangan Riwayat Tanah:

Pada tahun 1975 Girik C 45 Persil No. 100 luas 15.000 m2 dijual kepada Girik C 51 seluas 5.000 m2.
Pada tahun 1980 Girik C 45 Persil No. 100 luas 10.000 m2 dijual kepada Girik C 52 seluas 6.000 m2.
Surat Keterangan Penguasaan Tanah Secara Sporadik
Surat Keterangan Penguasaan Tanah Secara Sporadik ini mencantumkan tanggal perolehan atau penguasaan Tanah.
 di Kantor Pertanahan ( BPN)

Setelah dokumen dari kelurahan Di dapat, maka selanjutnya kita mengurus ke kantor pertahanan dengan prosedur sebagai berikut:


Permohonan Sertifikat secara tertulis KE BPN

Prosedurnya semua dokumen  yang diurus di kelurahan di lampirkan, di tambah dokumen pendukung yaitu fotokopi KTP dan KK pemohon, fotokopi PBB tahun berjalan, dan dokumen-dokumen lain yang disyaratkan oleh undang-undang.
Ukur actual Tanah dan Bangunan Di Lokasi
Pengukuran ini dilakukan oleh petugas BPN  dan biasanya dilakukan setelah berkas permohonan lengkap dan pemohon menerima tanda terima dokumen dari kantor pertanahan.

Pengesahan Surat Ukur

setelah dilakukan pengukuran Hasil pengukuran di lokasi akan dicetak dan dipetakan di BPN .
Penelitian oleh Petugas Panitia A
Setelah Surat Ukur ditandatangani dilanjutkan dengan proses Panitia A yang dilakukan di Sub Seksi Pemberian Hak Tanah. Anggota Panitia A terdiri dari petugas dari BPN dan lurah setempat.

Pengumuman Data Yuridis di Kelurahan dan BPN

Sesuai dengan  PP No. 24 Tahun 1997 No 26 Data yuridis permohonan hak tanah tersebut diumumkan di kantor kelurahan dan BPN selama enam puluh hari.  hal ni mempunyai tujuan  untuk menjamin bahwa permohonan hak tanah ini tidak ada keberatan dari pihak lain.
Terbitnya SK Hak Atas Tanah
Setelah Pengumuman Data Yuridis di Kelurahan dan BPN , apabila tidak ada pihak yang berkeberatan maka dilanjutkan dengan penerbitan SK hak atas tanah.
Pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah (BPHTB)
Besarnya BPHTB tergantung dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan luas tanah.

Pendaftaran SK Hak untuk diterbitkan sertifikat

SK Hak kemudian dilanjutkan prosesnya dengan penerbitan sertifikat pada subseksi Pendaftaran Hak dan Informasi (PHI).
Pengambilan Sertifikat
Untuk pengambilan dapat dilakukan pada loket pengambilan di Kantor BPN  dengan jangka waktu kira-kira dapat diambil sekitar 6 bulan-12 bulan dengan catatan bahwa tidak ada persyaratan yang kurang.

Biaya Pengurusan Sertifikat

Untuk Biaya sangat tergantung dari lokasi Tanah, posisinya strategis atau tidak dan Luas Tanah dan juga tergantung dari kebijakan masing-masing pemda.

Prosedur Mengurus Sertifikat Tanah Girik Menjadi SHM Terbaru ini semoga bermanfaat.

0 Response to "Prosedur Mengurus Sertifikat Tanah Girik Menjadi SHM Terbaru"

Post a Comment

Mari Berkomentar Secara Relevan


Regards