Prosedur Balik nama sertifikat Tanah ke SHM

Kumpulan dan contoh prosedur kali ini membahas mengenai bagaimana cara atau prosedur pengurusan balik nama sertifikat hak milik atau SHM.

Memiliki rumah atau apartemen sendiri adalah impian setiap orang, bila kita membeli rumah atau apartemen baru pengurusan sertifikat Hak guna bangun maupun pengurusan sertifikat hak milik tentu lebih mudah karena proses baru dengan atas nama kita sendiri atau atas nama orang lain yang sudah kita tentukan dari awal.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai contoh dan prosedur cara mengurus balik nama sertifikat hak milik, kita ada perlunya mengetahui definisi SHM atau sertifikat hak milik.

SHM adalah bukti kepemilikan paling kuat atas lahan atau tanah karena tidak ada lagi campur tangan ataupun kemungkinan kepemilikan pihak lain. Status SHM juga tak memiliki batas waktu.

Ilustrasi SHM


Sebagai bukti kepemilikan paling kuat, SHM menjadi alat paling valid untuk melakukan transaksi jual beli properti maupun penjaminan untuk kepentingan pembiayaan perbankan.

Sebenarnya, balik nama sertifikat ini tidak mesti dilakukan bila si penjual merupakan kerabat dekat. Terlebih jika Anda sudah memegang bukti otentik lain berupa AJB (Akta Jual Beli). Akan tetapi untuk berjaga-jagi dari masalah di kemudian hari, sebaiknya proses ini segera dilakukan selepas waktu akad.

Prosedur Alur dan persyaratan mengurus sertifikat rumah.


Untuk memandu Anda yang tengah dihadapkan dengan masalah ini, kumpulan prosedur dan form jelaskan dengan mudah mengurus balik nama sertifikat rumah.


Penjual dan pembeli telah menandatangani Akta Jual Beli dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Proses balik nama sertifikat rumah tidak dapat dilakukan jika akta jual beli belum ditandatangani oleh penjual, pembeli, PPAT, dan saksi.

Penjual telah melunasi pajak penghasilan (PPh), sementara pembeli telah melunasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Proses balik nama sertifikat rumah tidak dapat dilakukan jika PPh, BPHTB, PBB, belum dilakukan pembayaran lunas.

Pembeli dan penjual telah melunasi biaya Akta Jual Beli sekaligus bea balik nama sertifikat pada PPAT yang ditunjuk. Untuk jasa pelayanan yang maksimal, penjual dan pembeli sebaiknya membayar jasa PPAT di muka.

Hal ini dimaksudkan, ketika proses balik nama sertifikat rumah telah selesai, maka pembeli tinggal mengambil sertifikat yang telah balik nama tersebut tanpa mengeluarkan biaya lagi.

Kantor PPAT akan mengurus balik nama ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat dengan disertakan sertifikat asli, akta jual beli, fotokopi KTP penjual dan pembeli, bukti pelunasan PPh, bukti pelunasan BPHTB. Untuk proses balik nama maka yang diserahkan ke BPN adalah sertifikat aslinya berikut salinan akta jual beli.

Jika sesuai jadwal dan prosedur maka proses balik nama kurang lebih 2 minggu, namun dalam prakteknya antara 1 sampai 2 bulan. Hal ini terjadi karena kantor PPAT mengurus balik nama sertifikat ke kantor BPN secara kolektif.

Yang jadi pertanyaan anda pasti Berapa biayanya?

Besaran biaya pembuatan balik nama sertifikat rumah bergantung pada Zona Nilai Tanah (ZNT). Sedangkan Badan Pertanahan Nasional menetapkan ongkos pembuatan yang tergantung dari nilai transaksi berikut lokasi rumahnya.

Semoga panduan prosedur cara mengurus sertifikat tanah atau sertifikat hak milik (SHM) dapat membantu anda.

0 Response to "Prosedur Balik nama sertifikat Tanah ke SHM"

Post a Comment

Mari Berkomentar Secara Relevan


Regards